siang ini kamu ketahuan baca komik di laci sementara aku menahan malu. gara-gara kamu, komik Miiko nomor 13-ku disita Pak Nur. omelanku mungkin akan terngiang-ngiang di kepalamu seharian. kamu bersumpah akan mengambil kembali komiknya sepulang sekolah, "janji! nanti aku bilang ke Pak Nur, ini salahku, bukan salahmu" . kamu bersumpah, padaku, yang malah salah tingkah. kupikir itu adalah janji yang manis. kutemukan aku berharap kamu akan terus berjanji segala hal padaku. mungkin; berjanji akan membantuku mengerjakan PR matematika, berjanji akan mengalah ketika hanya tersisa satu piscok di kantin, berjanji akan menemaniku sampai aku dijemput ibu, berjanji akan memberi tau game terseru di warnet selain Friv, berjanji akan duduk sebelahan, berjanji akan main denganku selamanya. kupikir aku memang jatuh tak karuan setelah itu. aku diam diam berharap selamanya tidak ada libur sekolah dan kita selalu sedekat ini. sedekat kita yang selalu benci mapel olahraga, sedekat kita yang selal...
Hari ini, ada gigi palsu yang tinggal di mulutku, di antara gigi-gigiku lain; yang asli. “Halo, selamat datang,” aku rasa aku perlu mengucapkan salam. Usiaku baru 22, angka kembar, kepala yang lebih besar daripada kepala satu. Aku merasa sudah menjelma menjadi nenek-nenek, yang tubuhnya banyak yang tidak asli. Gigi palsuku hanya berukuran seperempat dari ukuran ujung jari kelingking, letaknya di depan sendiri. Dia menjadi tambalan untuk gigi asliku yang patah. Kalau saja gigiku tidak patah, aku tidak akan punya gigi palsu dan tubuhku tidak akan menjelma jadi nenek-nenek sedini ini. Aku tidak menyesal, hanya saja, sedikit sedih. Mulai sekarang, selamanya aku akan punya seperempat gigi palsu yang letaknya di depan. Aku tidak mungkin mencabutnya lagi karena aku akan semakin menjadi nenek-nenek yang ompong kalau aku tidak punya seperempat gigi. Suasana di poli gigi pagi tadi sangat cerah, sama sekali tidak muram dan aku sama sekali tidak takut. Aku...
Mother Greta Grewig doing her great work, as always. Menonton film ini dengan ekspetasi tinggi karena beberapa orang (terutama wanita) menangis sesudah menonton filmnya. Garis singkat tentang feminisme modern yang diangkat melalui kisah boneka Barbie dan dunianya. Kental banget pesan feminisnya, aku juga terharu dengan beberapa dialog di dalamnya. Di awal film, aku kesulitan untuk mencerna jalan cerita karena adegannya benar-benar merupakan gambaran boneka plastik yang dimainkan oleh manusia tapi juga ada makna-makna tersirat di dalamnya. Greta Grewig is so genius! Sebenernya kisahnya tuh bener bener merepresentasikan keadaan wanita, keluh kesah wanita di dunia, yes we're never be enough as a woman . Aku suka banget. And little did you know , aku agak sedikit benci Ken. I don't know, he's sad but also anoyying! Kasian tapi nyebelin. Waktu Barbie dan Ken pergi ke dunia nyata, itu keliatan banget sih sudut pandang pria dan wanita dalam melihat dunia. Perasa lawan ambisius d...
Komentar
Posting Komentar