Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2023

berkarat

jadi, apa yang terbesit dan berlalu dari kelopak matamu? apakah di sana ada aku? wajahku yang berkerut-kerut, tangan yang keriput, rambut yang kusut, kaitan jarik yang hampir jatuh? kalau luapan masa depanmu berisi aku yang begitu layu, apakah di sana kamu akan beringsut melarikan diri? tatap tatap sebuah tatapan mungkin rasanya akan sedikit pilu. mungkin rasanya akan sedikit redup. mungkin juga kita akan sedikit merasa getir dan kadung kuyup. bagaimana perasaanmu, lintang? karena rasanya kita akan meleleh seperti sedikit margarin di atas panas teflon berbau karat.

Simpul Senyum Merona Setara Kilap Tengah Hari

Satu sampai lima puluh pasang mata berputar-putar di bawah awan wangi matahari, angin bulan menjelma geletar pohon-pohon, dan selama lekuk cahaya jatuh di sekeliling gelanggang di antara kita, ada yang tertahan dalam-dalam dari ujung sana; jejakku menyusup kelimut jarimu. Tali Hati, "aku akan kaitkan jejakku sejauh jalanmu menjemput dunia!" seiring akar langit tenggelam di lintang belantara. Seiring juga aku mendengar kamu mengitari kota berwarna bintang dan bumi, bayangmu mewujud simpul senyum yang merona setara kilap tengah hari, kamu ingin meluap dan meleleh seperti nyala lampu. Lantas bola mata kita meluruh bersama, kerumunan redup sepi di kota mengabur seperti ilusi hujan, seperti bintang jatuh; kita susuri sepanjang bunga-bunga bermekaran di dada. Semakin berdua, Tali Kasih, dari balik angkasa kita lambat-laun lebur menuju kelopak letupan cinta.