Kau, Aku, dan Ulasan Sederhana
Sumber: Gramedia Bagaimana caranya menyampaikan sebuah kisah sederhana, tidak ada yang menonjol di dalamnya, penuh kesungguhan, misterius, dan tidak pernah terpikirkan? Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah. Tere Liye selalu berhasil membuat saya terpukau dengan karyanya. Novel yang akhirnya selesai saya baca, yang sebelumnya saya ragu-ragu waktu meminjamnya di perpustakaan sekolah---ya, pada akhirnya saya tetap meminjamnya. Saya merasa menyesal, lagi-lagi selalu seperti ini karena saya selalu “terlambat” membaca sebuah buku. Saya meminjam novel ini dari perpustakaan sekolah saat duduk di kelas 11 SMA. Namun, bukannya segera dihabiskan halamannya, saya malah lupa membaca novel ini dan hanya sempat membaca dua halaman saja. Setelah dua minggu, saya sampai kena denda karena lama mengembalikan novelnya hahahaha. Padahal saya selalu membawa novel ini di manapun, saya meletakkannya di tas, tapi entah kenapa tidak sempat-sempat juga punya waktu untuk membaca. Alamak, isi bukunya jauh dari bayan...