Setahun
Ini Maret dan ternyata sudah setahun saja memori perjuanganku. Jadi, bulan Maret 2020 yang lalu, aku enggak keterima SNMPTN *wow tanpa basa basi*. Ya, tentu saja aku nangis dan galau gulana sampai dua minggu hahaha!
Namun, sudah berlalu dan sudah enggak apa-apa. Lagi pula aku sadar kalau pilihan dua universitas yang kuinginkan di SNMPTN-ku yang lalu itu sungguh penuh rasa percaya diri tanpa liat-liat kondisi. LOL. Baiknya memang aku harus pasang dan lihat ke cermin kamar buat intropeksi diri dan melihat realita lapangan.
![]() |
| sakit hati terparahku |
Dua minggu itu aku habiskan untuk merenung. Sambil selalu menatap ke langit-langit, Ya Allah, kok dunia-Mu ini sulit sekali dilalui. Aku jadi dipenuhi perasaan mendung saat itu. Tapi, setelah kupuas merenungi diri sendiri, aku bangkit dan bilang kalau aku harus terus berjalan biar tahu jalan mana yang akan aku tempuh selanjutnya. Berhubung pandemi datang, SBMPTN ditunda dan ada waktu sekitar tiga bulan sampai hari besar ujian itu dimulai. Beruntung, ya, karena sebelumnya aku enggak mempersiapkan apa pun untuk SBMPTN ini *sungguh gak patut dicontoh wkwk*
Tiga bulan itu aku betul-betul gunakan untuk belajar. Aku merasa baru kali ini aku serius belajar sampai jadi night owl lol. Aku enggak ikut les, hanya modal pakai app Zen*us dan media sosial yang banyak informasi tentang TryOut atau kelas gratis. Maret yang lalu itu juga, aku akhirnya bikin akun twitter untuk pertama kalinya. Karena gampang keditraksi dengan media sosial, aku jadi lari ke akun baru dengan judul “akun ambis”. Instagram dan twitter yang isi timeline-nya berubah menjadi tips trik UTBK, materi belajar, sharing pengalaman, dan kenalan juga saling mendoakan dengan teman-teman dunia maya. Pandemi membuat seharian rasanya sepi, tapi karena aku punya tujuan yang belum kucapai dan “dunia belajar baru” rasanya aku enggak kesepian saat itu dan justru semakin terbakar api semangatnya. Hari-hari kuisi dengan belajar, tryout, meringkas catatan penting, menangis, nonton film di waktu senggang, ngobrol santai hanya dengan empat teman dekatku (karna kontak teman-teman yang lain kubisukan, aku benar-benar anak yang susah fokus jadi itu kulakukan untuk mengendalikan diriku sendiri lol), berdoa banyak-banyak, ibadah wajib dan sunnah, dzikir, dan selalu ingat kalau rencana Allah adalah yang terbaik.
![]() |
| keambisan duniawi |
Di sela-sela itu semua, aku juga sembari menjalankan plan B-Z. Aku mendaftar seleksi mandiri di banyak universitas. Entah itu yang menggunakan prestasi atau ujian, aku lakukan semua. Oh, namun, tidak ada yang lolos. Aku sampai sudah tidak bisa menangis lagi waktu itu. Hingga hari ujian UTBK tiba dan aku masih belum lolos juga. Tidak ada tangisan, rasanya aku sudah terlampau kuat lol. Di titik terakhirku, plan terakhirku, aku sampai di seleksi mandiri sebuah univ. Aku tanamkan kekuatan dan keyakinan terakhir---walau sebenernya aku udah bener-bener pasrah enggak tau lagi bakal gimana.
![]() |
| potret sakit hati yang lain |
But, you know what??? Surprise dan aku diterima di jurusan Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta! Alhamdulillah. Semua kegundahannya selesai. Sudah bisa napas lega, sudah bisa tidur tenang, dan membereskan latihan-latihan soal. Senang tapi juga perasaan unik menyeruak, harus siap menjadi mahasiswa walaupun aku tidak pernah sungguhan merencanakan kuliah di jurusan ini hahaha.
Hidup itu memang lucu. Arahnya ternyata lebih sering dipandu oleh hal-hal yang tidak kita rencanakan. Tapi, ternyata setiap peristiwa yang datang tanpa kita persiapkan itu, baik itu sebuah kecelakaan, ketaksengajaan, atau keterpaksaan pada akhirnya bermuara di persimpangan pilihan yang meminta kita untuk memilih salah satu di antaranya, dan meninggalkan yang lainnya. —Rara Sekar.
Ya, aku memilih untuk menerima. Sepertinya aku sudah cukup banyak berjuang dan energiku menipis. Aku akan mengarungi dunia baru dan melewati lorong asing yang semoga nanti semakin ada hal-hal menyenangkan di dalamnya. Bahagia. Lega. Syukur. Semoga aku dan kita semua selalu punya bekal untuk senyum di setiap harinya, semoga kita dilindungi doa-doa, harapan yang baik. Selamat meniti jalanan baru, untukku, dan untukmu!
![]() |
| I am Faza and I am okay. |






Komentar
Posting Komentar