Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2024

Seperempat Gigi Palsu = Seperempat Nenek-nenek

     Hari ini, ada gigi palsu yang tinggal di mulutku, di antara gigi-gigiku lain; yang asli. “Halo, selamat datang,” aku rasa aku perlu mengucapkan salam. Usiaku baru 22, angka kembar, kepala yang lebih besar daripada kepala satu. Aku merasa sudah menjelma menjadi nenek-nenek, yang tubuhnya banyak yang tidak asli. Gigi palsuku hanya berukuran seperempat dari ukuran ujung jari kelingking, letaknya di depan sendiri. Dia menjadi tambalan untuk gigi asliku yang patah. Kalau saja gigiku tidak patah, aku tidak akan punya gigi palsu dan tubuhku tidak akan menjelma jadi nenek-nenek sedini ini. Aku tidak menyesal, hanya saja, sedikit sedih. Mulai sekarang, selamanya aku akan punya seperempat gigi palsu yang letaknya di depan. Aku tidak mungkin mencabutnya lagi karena aku akan semakin menjadi nenek-nenek yang ompong kalau aku tidak punya seperempat gigi.      Suasana di poli gigi pagi tadi sangat cerah, sama sekali tidak muram dan aku sama sekali tidak takut. Aku...