Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2021

danke!

Gambar
Ngomong-ngomong tentang kejadian kupu-kupu di dalam perut kemarin, maksudku, yang terjadi selanjutnya adalah obrolan normal. Aku dan bubur baik-baik saja. Sepertinya aku memang harus jadi senekat itu, sembari menggandeng kupu-kupu untuk konser, supaya kami bisa mengobrol. Entahlah, saat ini aku ingin berterima kasih pada bubur instan di sana yang harganya setara tiga mangkok bubur ayam di sini. Danke, bubur instan! Oh, dan kerupuk juga. Oh, dan emoji ini juga ➡ :(

ada kupu-kupu di dalam perut

Gambar
  Ternyata deg-degan (perasaan mendebarkan) hari ini bukan hanya perihal baca buku Jakarta Sebelum Pagi aja, ada hal lain yang sampai membuat perutku berisi kupu-kupu. Sampai seakan di dalam perutku ini ada konser kupu-kupu, usus, dan organ tubuh lain. Bergemuruh, riuh, seperti akan meletup dan naik ke permukaan; jantungku berdetak tidak karuan. Kurasa ini karena keberanian, kenekatan, dan kekepoanku tadi pukul 18.48. Gara-gara bubur, lebih tepatnya bubur yang diunggah oleh nya di stori watsap. Kenapa ya, kenapa aku saat itu langsung buru-buru mengetik komentar dan langsung tekan tombol kirim??? Tanpa babibu??? Tanpa memikirkan apa yang akan terjadi setelahnya??? Tanpa memikirkan dia akan membalas apa??? Tanpa memikirkan apakah nanti dia akan ‘makin’ ilfeel padaku??? Aku sungguhan tidak tau, gara-gara ini—kelakuanku sendiri, sekarang isi kepalaku adalah cemas, takut, enggak berani buka pesan baru. Aku betul-betul menciut seciut kutu di dalam tubuh kutu. Dan perutku masih teras...

yan pi lembek

To my future husband, please make sure you’ve read Jakarta Sebelum Pagi, so that we can discuss it. —Faza, yan pi yang belum dijemur. Sepertinya, kebiasaan menulisku ini, dan janjiku yang ingin nulis jurnal setiap hari, harus dipaksa dan didorong pake bacaan yang menarik hatiku. Contohnya, hari ini, setelah beribu-ribu kali (lebay) hanya bisa menyimak orang-orang pamer buku JSP di tl twt, akhirnya aku juga bisa ikutan baca novel hits ini. Di tengah-tengah pekerjaan, tugas tak berujung, dan minggu depan sudah UTS, aku menyempatkan baca buku fiksi dan berlanjut tenggelam ke dalamnya sampai ke halaman 52—jeleknya, aku bacanya sambil kelas …. Sampai di halaman lima puluh dua ini, aku menemukan sisi menarik dari si novel—selain karena isinya babi. Ya, lagi-lagi, karakter utamanya yang sangat unik (re: absurd)!!! Menyenangkan. Karena itu jadi semacam ciri khas, seru, dan sesekali dibuat ketawa! Sebenarnya, poin utama jurnal-dadakan-hari ini bukan cuma tentang JSP, satu hal lain aku h...