To my future husband, please make sure you’ve read Jakarta Sebelum Pagi, so that we can discuss it. —Faza, yan pi yang belum dijemur. Sepertinya, kebiasaan menulisku ini, dan janjiku yang ingin nulis jurnal setiap hari, harus dipaksa dan didorong pake bacaan yang menarik hatiku. Contohnya, hari ini, setelah beribu-ribu kali (lebay) hanya bisa menyimak orang-orang pamer buku JSP di tl twt, akhirnya aku juga bisa ikutan baca novel hits ini. Di tengah-tengah pekerjaan, tugas tak berujung, dan minggu depan sudah UTS, aku menyempatkan baca buku fiksi dan berlanjut tenggelam ke dalamnya sampai ke halaman 52—jeleknya, aku bacanya sambil kelas …. Sampai di halaman lima puluh dua ini, aku menemukan sisi menarik dari si novel—selain karena isinya babi. Ya, lagi-lagi, karakter utamanya yang sangat unik (re: absurd)!!! Menyenangkan. Karena itu jadi semacam ciri khas, seru, dan sesekali dibuat ketawa! Sebenarnya, poin utama jurnal-dadakan-hari ini bukan cuma tentang JSP, satu hal lain aku h...