yan pi lembek
To my future husband, please make sure you’ve read Jakarta Sebelum Pagi, so that we can discuss it. —Faza, yan pi yang belum dijemur.
Sepertinya, kebiasaan
menulisku ini, dan janjiku yang ingin nulis jurnal setiap hari, harus dipaksa
dan didorong pake bacaan yang menarik hatiku. Contohnya, hari ini, setelah
beribu-ribu kali (lebay) hanya bisa menyimak orang-orang pamer buku JSP di tl
twt, akhirnya aku juga bisa ikutan baca novel hits ini. Di tengah-tengah
pekerjaan, tugas tak berujung, dan minggu depan sudah UTS, aku menyempatkan
baca buku fiksi dan berlanjut tenggelam ke dalamnya sampai ke halaman
52—jeleknya, aku bacanya sambil kelas ….
Sampai di halaman lima
puluh dua ini, aku menemukan sisi menarik dari si novel—selain karena isinya
babi. Ya, lagi-lagi, karakter utamanya yang sangat unik (re: absurd)!!! Menyenangkan.
Karena itu jadi semacam ciri khas, seru, dan sesekali dibuat ketawa!
Sebenarnya, poin utama
jurnal-dadakan-hari ini bukan cuma tentang JSP, satu hal lain aku hanya ingin
menulis dan upload jurnal di blog ini … daaan di bulan Oktober! Duh, kenapa
sekarang setahun rasanya kayak satu tarikan napas??? Ditambah, satu tahun ini
rasanya aku (hanya) sibuk dengan: kuliah. Satu monster ini telah mengambil
keseharian hidupku, ya, sehari-hari. Satu hal yang mengejutkan lainnya adalah
aku menulis jurnal-dadakan ini dengan font TNR 12 dan spasi 1,5 di Microsoft
Word. Bayangkan! Menyedihkan. Kalau kamu tanya apa yang kulakukan di tahun
2021? Tentu saja jawabannya: jadi yan pi versi mahasiswa yang lembek dan
kurang asupan matahari.
Bagaimana enggak.
Sehari-hari di rumah, melakukan hal-hal yang kusenangi tapi bosan juga. Aku
menulis ini pun sembari duduk di depan laptop, di sebelah kiri ada handphone-ku
(yang sudah 5 tahun bersamaku) menyala, kelas belum selesai dan Ibu dosen masih
berbicara. Di sebelah kananku ada mug (dengan gambar kakek-kakek botak yang
sedang membawa kelapa dan tongkat, terus baju yang dipakainya berlapis-lapis)
isinya air putih yang sudah habis---kamu kalau membaca ini, segeralah minum
air putih! Di balik laptop ada tumpukan baju yang belum disetrika, ya tentu
saja pekerjaan akhir pekan. Jangan tanya kenapa ada tumpukan baju di meja yang
ada laptop dan setumpuk tugas kuliah, akhir-akhir ini aku lebih suka duduk di
meja setrika daripada di kamar.
Jadi, begitulah kenapa aku adalah yan pi lembek yang kurang asupan matahari. Alasan pertama adalah karena aku baru membaca JSP dan terinspirasi jadi yan pi, kedua karena aku makin menipis energinya, dan ketiga karena hari ini melelahkan.
(PAUSE AND CRYING)
Kali ini sungguhan aku memerlukan liburan atau paling tidak, sekedar jalan-jalan menyapa matahari.
Komentar
Posting Komentar