Ujian Kepekaan Hati
Hari ini sedang ada Ujian Kepekaan Hati di sekolah. Orang-orang tentu saja sibuk pada hati mereka masing-masing. Orang-orang itu, menyentuh-nyentuh kepingan hati mereka sendiri. Tuk, tuk, tuk . Aku juga sedang sibuk mengetuk hatiku. Asal kamu tahu, hatiku terlahir dengan mata tajam sejak dulu. Karena itu, kamu juga pasti tahu kalau di kelas, nilaiku selalu sempurna untuk Ujian Kepekaan Hati. Iya, sih, kamu benar. Aku juga tahu kalau untuk Ujian Membuka Hati, nilaiku selalu paling rendah. Dan dari dua Ujian itu, paling parah hanya milikmu. Kamu nilainya selalu rendah di keduanya. Entah itu di Ujian Kepekaan hati, atau Ujian Membuka Hati. Kamu tidak pernah belajar, ya? Padahal kamu harus lulus minimal satu dari dua ujian itu biar bisa keluar dan bebas dari Sekolah Hati. Kalau lulus, artinya, kamu sudah menemukan dermaga untuk hatimu. Oh, belnya sudah berbunyi. Semoga kali ini nilaimu membaik daripada yang tahun lalu. Padahal, Ujian Kepekaan Hati itu mudah. Kamu hanya perlu duduk rapi dan...