Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2020

Kalut

aku pandai menulis tentang cakrawala yang pura-pura senyum untuk bumi. tentang purnama yang kugunakan terlalu banyak di dalam puisiku, yang kugunakan, berdalih, menjerat kaki-kakiku sendiri, mencabik daging di dalam setiap jemariku, berdalih, untuk membuatku bisa mati berkali-kali. tentang bunga-bunga tidurku di malam sabtu yang selalu melintang dalam kegelapan dan kedinginan dan aku akan bangun tiba-tiba di depan pusara ibu. yang aku tak lagi takut dengan mati, yang akan terus kusebut di bilik diri. dan aku harap, aku mimpi, aku mati, jangan, mimpi, tapi betulan mati. aku pandai menulis tentang dongeng ibu peri di dalam sinema putih-abu abu yang berakhir tragis, tamat, ibu perinya tak selamat. aku terlalu gelap untuk jadi seorang putri manis. jadi kutulis seorang putri yang pura-pura jadi aku, di dalam kastil yang menggigil, dan hangat untuk temu dan kenang seorang pangeran, dan tamat, aku (pura-pura) dan seorang pangeran yang hanya satu itu bahagia. ah, manusia. banyak inginnya. pa...