Barbie: Barbie is everything, Ken just Ken
Mother Greta Grewig doing her great work, as always. Menonton film ini dengan ekspetasi tinggi karena beberapa orang (terutama wanita) menangis sesudah menonton filmnya. Garis singkat tentang feminisme modern yang diangkat melalui kisah boneka Barbie dan dunianya. Kental banget pesan feminisnya, aku juga terharu dengan beberapa dialog di dalamnya. Di awal film, aku kesulitan untuk mencerna jalan cerita karena adegannya benar-benar merupakan gambaran boneka plastik yang dimainkan oleh manusia tapi juga ada makna-makna tersirat di dalamnya. Greta Grewig is so genius!
Sebenernya kisahnya tuh bener bener merepresentasikan keadaan wanita, keluh kesah wanita di dunia, yes we're never be enough as a woman. Aku suka banget. And little did you know, aku agak sedikit benci Ken. I don't know, he's sad but also anoyying! Kasian tapi nyebelin. Waktu Barbie dan Ken pergi ke dunia nyata, itu keliatan banget sih sudut pandang pria dan wanita dalam melihat dunia. Perasa lawan ambisius dan egoisme. Keliatan kalo Ken lalu merasa dia cocok jadi pemimpin di Barbie Land karna udah liat pria di dunia nyata punya peran gede di kehidupan daripada wanita. Sementara di Barbie Land, Ken is nothing. They're just Ken, yang gak punya rumah, yang cuma jadi figuran di samping Barbie, yang gatau diri mereka sendiri itu siapa. Krisis eksistensi dan identitas diri. Tapi di samping itu, Barbie juga merasakan hal itu. Eksistensi dirinya sebagai basic-Barbie, yang cantik, yang putih, yang gak punya stretch mark, yang kakinya jinjit dan pake heels, yang langsing, yang kurus, yang rambutnya panjang, harus mengalami keadaan menjadi "manusia normal" yang ngalamin punya stretch mark, mengalami kesialan di hari-harinya, dan kakinya yang seutuhnya napak di tanah. Dan Barbie merasa itu adalah hal buruk, sampai dia harus pergi ke dunia nyata dan melihat kenyataan. Melihat Sasha yang merupakan seorang remaja ABG, peralihannya dari yang suka Barbie banget jadi anti Barbie banget, bahkan temennya kayak udah biasa ngeliat hal itu lalu melontarkan kalimat "destroy Barbies". Ini menggambarkan banget dengan adanya gerakan pemusnah Barbie yang emang representasi kapitalisme.
Mendengar celotehan Sasha tentang Barbie yang merupakan produk kapitalisme, mengoloknya dengan kata "fasis", mengatakan bahwa Barbie telah menciptakan standar buruk tentang kecantikan wanita, sampai Barbie lari dari mereka dan menangis. Fasis: sikap yang cenderung mementingkan kekuasaan mereka sendiri daripada orang lain, paham yang sangat nasionalis, menurutku juga emang Barbie selama ini kayak gitu sih. Apalagi dulu, yang mana pengetahuan belum seluas sekarang, jadi paham yang umum kalo Barbie ya Barbie yang kayak gitu, yang cakep dan bersih dan hal hal baik lainnya. Sementara sekarang produk boneka Barbie emang udah lebih meluas, udah menjangkau ke identitas-identitas manusia yang gak sekadar cakep cakep tapi juga ada Barbie disabilitas, Barbie autism, Barbie dengan postur tubuh gemuk, Barbie dengan warna kulit yang beragam, dan lain-lain. Film ini beneran membuka pandangan banget tentang feminisme, kayak teori dasar tentang feminisme. AND IT'S GREAT. Cuman mungkin kurang cocok buat anak-anak sih ceritanya. Tapi warnanya emang true it's so colorful, fun, warnanya kue buangetttt. Dan yang menarik adalah, Greta juga narik Mattel yang merupakan pabrik produksi Barbie buat ikut andil di filmnya. Keliatan dengan para petinggi yang isinya laki-laki doang, keliatan dari mereka yang entah kenapa digambarkan sebagai laki-laki gak becus (???) Soalnya ada scene kejar-kejaran di mana para petinggi ini larinya GAK BECUS BANGET kayak orang bodoh π it's kinda confusing for me!!! Bosnya konyol banget dan gak serius, absurd, kerja kayak cuman buat main-main, lari aja gak becus, trus bawahannya semuanya juga konyol π mereka tuh villain di filmnya tapi gak keliatan villain, kayak cuman seuprit komedi di dalam film?! Meski gitu, keliatan banget bos dan petinggi di Mattel itu didominasi laki-laki, karakter di filmnya sempat mengelak bahwa ada kok perempuan yang pernah memimpin di perusahaan ini, tapi tetep gak sebanding dengan jumlah laki-laki. Tetep keliatan kalo mereka kurang peduli dengan perempuan di perusahaannya. Mereka juga cuma muncul sebentar setelah puncak konflik, kayak gak guna banget!! (tapi jadi bikin ngakak) anyway, setelah itu, keresahan Barbie-stereotip masih berlanjut saat dia kembali ke Barbie Land bersama Sasha dan ibu Sasha, lalu syok karna Barbie Land tiba-tiba udah berubah jadi Ken. This is interesting, karna di sinilah keliatan banget Greta Grewig nyindir keras patriarki. Ken pulang dari dunia nyata dengan bekal paham & teori patriarki yang bener-bener ngeselin. Dia menyebarkan itu ke Barbies & Kens yang lain. Mengubah dunia Barbie menjadi pusat para Kens. There's no more girls night, there's no more Barbie's house, there's no more nobel for Barbies, there's no more pink and girlie, there's no more president Barbie. It's just Ken. Dia bawa balik paham kalo laki-laki itu keren dengan kuda, there's gym sport, majalah cowok keren, wanita yang harus banget melayani pria (mijet, nemenin, dll), Barbies jadi gak punya pekerjaan dan karir, baju-baju yang mewah buat laki-laki, dsb dsb (+ satu hal aneh adalah di mana Ken mempermasalahkan kulkas kecil yang hanya muat 6 botol bir, it's so anoyying). Semua itu sangat menohok Barbie dan bikin dia putus asa, sesaat lalu muncul iklan Barbie suicide yang diiklankan oleh anak-anak AND THIS PART IS SUPER WEIRD.... I got a big ππ¨ on my face. Dia lalu dibawa oleh weird-Barbie yang udah dianggap jelek sama Barbies lainnya selama ini. Di sanalah DI SANALAH terjadi deretan kalimat keren yang disampaikan sama ibu Sasha!!! SAY IT LOUDER MOM!!!! Di saat Barbie nangis dan hampir menyerah, ibu Sasha ngomongin kalimat-kalimat yang super powerful and sad for a woman. Di samping itu, Sasha keliatan proud banget liat mamanya...dengerin isi hati mamanya. Karna mamanya keliatan banget sayang sama Barbie, berbanding terbalik sama dirinya. Gloria (mama Sasha) ngomongin kalo wanita tuh susah banget hidup di dunia.
Segalanya rasanya gak cukup terus bagi wanita, ini kurang itu kurang, harus begini harus begitu, everything is so stressful dan kedengaran banget kalo wanita tuh diatur ini itu dan harus perfect semuanya. Padahal, nothing's perfect, begitu juga dengan boneka. Gaada bedanya, manusia dan boneka sama. Sama-sama punya hak untuk membangun jati diri sendiri, untuk mempunyai kekuatan sendiri, untuk bisa menerima diri sendiri. Dialog ini beneran bikin tersentuh dan terharu, semua wanita pasti relate. Moms are also Barbies. Di situlah terus seorang Barbie yang lupa kalo dia penulis lalu sadar dan bilang: ya, aku emang penulis dan aku merasa pernah nulis buku ini. Lalu mereka mulai ngatur strategi untuk menyelamatkan Barbies lainnya dari penjara patriarkis Kens. Lagi-lagi mother Greta nyindir betapa mirisnya para lelaki, betapa jeleknya patriarki. Di mana para lelaki itu suka banget jadi pemimpin, seneng banget kalo liat ada perempuan yang gak berdaya dan gak punya kekuatan, suka banget menjadi lebih dominan, seneng banget ngebuktiin kalo mereka bisa segalanya & kuat segalanya. LIKE EWWWWW. ILFEEL. Sampe ada di saat Ken dan Ken saling menyerang, ngeliatin kalo sesama Kens gamau kalah. Tapi akhirnya Barbie-lah yang nyadarin kalo Ken adalah Ken. Bukan kuda, bukan botol-botol beer, bukan selalu hal keren lainnya, nangis juga gapapa, karena Ken adalah Ken. Dan Barbie janji gaakan hanya ada girls night lagi, tapi ada keduanya, penyetaraan gender. Di bagian akhir, saat semuanya kembali normal ... Ken punya posisi di Barbie Land dan punya pilihan atas diri mereka sendiri waktu ngobrol sama president Barbie. Dan Gloria bertemu bos Mattel dengan ide rencana mengeluarkan produk Barbie manusia biasa, yang mungkin adalah seorang ibu π₯Ί
Sampai akhirnya Barbie ditanya sama Gloria, apa selanjutnya, dan Barbie bingung lalu bilang "I’m not really sure where I belong anymore" kemudian di tengah keramaian, Ruth (pencipta Barbie) muncul dan bilang "aku pikir aku menciptakanmu tanpa mempunyai ending" AND IT'S SOMEHOW HURTING ME BUT ALSO INTERESTING. “That was always the point, I created you so you wouldn’t have an ending,” Ruth tells Barbie. Together, the two of them leave Barbie Land hand-in-hand, to converse in the softly-lit realm between the two worlds π₯Ί di sana puncak heartwarming dialog dari Barbie yang bilang kalo she's no longer feeling like just a doll. Dan dia minta izin Ruth buat bisa jadi manusia karna dia gamau ada di stereotip boneka Barbie, trus Ruth bilang "you don't need my permission" π₯Ί Ruth juga bilang, “I can’t control you any more than I could control my own daughter. I named you after her: Barbara. And I always hoped for you like I hoped for her.
We mothers stand still, so our daughters can look back to see how far they’ve come.”
π₯Ίππππ₯Ίπ₯Ίπ₯Ίπππ
Ibu selalu bergerak maju dalam kehidupannya sendiri, tapi pada akhirnya mereka melepaskan tangan anak-anaknya untuk membiarkan mereka berkembang. Barbie akan menua dan akan mati di dunia nyata, dia bakalan menghadapi itu.... Dia tidak akan perlu lagi menjadi boneka yang hidup selamanya, karena ingatanlah yang akan hidup selamanya.
But it's not the end. Karna di adegan palingggg akhirrrr, kita liat Barbie jalan pake sandal dan pergi ke sebuah gedung, bicara dengan resepsionis, “I’m here to see my gynecologist.” BOOM. Mother Greta. Barbie stereotip melangkahkan langkah pertamanya sebagai seorang manusia dengan menghadapi kenyataan organ reproduksi wanita. Bahwa status seorang wanita memang seperti itu, kemurnian tapi juga sumber kerumitan wanita. Menunjukkan kalo akhirnya Barbie emang berkomitmen penuh untuk jadi manusia.
.jpg)
Komentar
Posting Komentar