Simpul Senyum Merona Setara Kilap Tengah Hari

Satu sampai lima puluh pasang mata berputar-putar di bawah awan wangi matahari, angin bulan menjelma geletar pohon-pohon, dan selama lekuk cahaya jatuh di sekeliling gelanggang di antara kita, ada yang tertahan dalam-dalam dari ujung sana; jejakku menyusup kelimut jarimu. Tali Hati, "aku akan kaitkan jejakku sejauh jalanmu menjemput dunia!" seiring akar langit tenggelam di lintang belantara.

Seiring juga aku mendengar kamu mengitari kota berwarna bintang dan bumi, bayangmu mewujud simpul senyum yang merona setara kilap tengah hari, kamu ingin meluap dan meleleh seperti nyala lampu. Lantas bola mata kita meluruh bersama, kerumunan redup sepi di kota mengabur seperti ilusi hujan, seperti bintang jatuh; kita susuri sepanjang bunga-bunga bermekaran di dada. Semakin berdua, Tali Kasih, dari balik angkasa kita lambat-laun lebur menuju kelopak letupan cinta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

waktu kita masih seumur anak bulan purnama

Seperempat Gigi Palsu = Seperempat Nenek-nenek

Barbie: Barbie is everything, Ken just Ken