manis dan berkilau

aku ingat saat matahari turun perlahan, kamu menari untuk dipotret oleh bayang-bayang oranye. delapan tahun penuh, kamu adalah tokoh di dalam panggung dan pada delapan tahun aku menemukanmu di balik lampu-lampu milik ribuan orang. aku sempat berpikir kalau cahaya panggung terlalu silau, tapi ternyata justru kamulah kilaunya. kilau-kilau yang bernapas. bersisian dengan bintang dan jejak kaki tanpa semak.

tidak ada yang bangun hari itu dan kamu menghampiriku yang terjaga; kamu duduk di atas tuts piano yang beterbangan; dan aku berlari menuju partiturmu dengan seutas puisi. melalui warna udara, bentuk bulan, lalu iring-iringan lagu di tengah toko dengan kunang-kunang yang bernyanyi, aroma merah muda menggema dan ikut berlarian di belakang kita.

aku berbisik pada jari jemari, aku telah menemukan kepingan puzzle-ku yang nomor satu.

aku dan kamu jatuh di atas awan.

pada langit kita saling menatap tanpa berkedip. mungkin seperti lukisan. mungkin juga seperti dua jeruk yang berputar pada daun. di antaranya mungkin kita sangat manis. di antaranya mungkin kita sangat berkilau. di antaranya mungkin kita menulis untuk bertemu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

waktu kita masih seumur anak bulan purnama

Seperempat Gigi Palsu = Seperempat Nenek-nenek

Barbie: Barbie is everything, Ken just Ken