ulasan ini bisa didengar melalui kaki-kaki, di dalam bus

 

gambar dari goodreads

*mengandung spoiler, mungkin*

Hmm hmm, buku ini adalah perihal kisah yang luar biasa, cerita fiksi yang sangat liar, dan suguhan dongeng yang ramai. Beliau, Saya/Bus dalam kota, dan ikan julung-julung.

Selalu menyenangkan membaca karya Ziggy, karena setiap buku selalu meninggalkan kesan yang kuat di dalam ingatan saya. Begitu juga kali ini, Semua Ikan di Langit. Dari judulnya, sebenarnya saya tidak menyangka akan membaca cerita tentang bus kota yang terbang di angkasa bersama seorang anak laki-laki bermantel panjang. Ini benar-benar cerita yang baru!

“Saya pernah menjadi bus dalam kota biasa. Lalu, saya terbang”

Bagaimana rasanya terbang dan melihat dunia dari atas sana dengan Beliau? Saya mungkin tidak bisa bertanya pada ikan julung-julung, tapi mungkin saya bisa mendengarkan cerita dari Bus dalam kota semalaman. Saya akan mendengarkan melalui kaki-kaki saya semua kisah yang di luar nalar manusia, dari suara Bus yang baik. Perjalanan luar angkasa, planet-planet, kecoa, pertemuan dengan pohon-pohon raksasa, kucing di kamar paling berantakan di dunia, toko roti, toko sepatu, hingga pertemuan dengan Si Jahanam, kehancuran bumi. Saya mendengarkan semua kisah di luar nalar manusia itu melalui kaki-kaki saya. Dan saya ingin ikut terbang.

Terkadang saya tidak paham apa yang dituliskan di buku ini, terkadang saya tertawa, menangis, meringis, dan ketakutan. Saya takut dengan imajinasi penulis yang begitu tinggi. Sangat teramat tinggi. Begitu mencengangkan. Plot cerita ini jelas jauh berbeda dengan plot novel-novel yang pernah ada. Cerita yang tidak biasa karena kita membaca sudut pandang dari sebuah Bus. Benda mati yang rasa-rasanya bernyawa. Tapi, memang sepertinya memiliki nyawa. Saya membaca banyak hal baru melalui buku ini. Dan saya tercengang karena banyak hal melalui buku ini.

Terutama tentang Beliau. Saya ingat ketika pada satu hari yang lalu, saya berhenti membalikkan halaman buku. Saat di mana saya akhirnya menyadari bahwa Beliau adalah sosok pengandaian Sang Pencipta, Sang Ilahi. Saat kesadaran itu tiba, saya tercengang sedikit lama. Saya kemudian menyadari bahwa cerita-cerita yang ada di dalam buku ini adalah perihal penghambaan kepada Tuhan. Mulai dari binatang, tumbuhan, dan manusia. Gagasan-gagasan tentang konsep ketuhanan yang tadinya implisit kemudian menjadi semakin jelas. Kisah orang-orang baik, orang-orang jahat, orang yang membangkang pada Beliau, orang yang menyayangi Beliau, Beliau yang menyayangi manusia, penciptaan matahari dan alam semesta, teror kehancuran umat manusia yang mengerikan, kalimat-kalimat ular Si Jahanam, sampai kehancuran seluruh alam semesta. Hal-hal tersebut diceritakan melalui keajaiban kisah fantasi, karena saya takut akan penggambaran sosok Tuhan di dalam tubuh anak laki-laki, jadi ini adalah cerita fantasi. Fantasi yang liar.

Sebenarnya, pembaca boleh saja menghiraukan tentang kisah teologis di dalam buku ini. Sebab setiap bab tetap akan menarik untuk dibaca, dan didengar melalui kaki-kaki, di dalam Bus.

Dan, buku ini diakhiri dengan baik. Saya juga suka ilustrasinyaselalu suka ilustrasi gambaran Ziggy! Dan, kalau saya bisa terbang bersama Beliau, Bus/Saya, dan ikan julung-julung, saya ingin berteriak di angkasa untuk menyuruh semua manusia membaca buku ini.

Buku ini adalah salah satu jahitan Beliau yang luar biasa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

waktu kita masih seumur anak bulan purnama

Seperempat Gigi Palsu = Seperempat Nenek-nenek

Barbie: Barbie is everything, Ken just Ken