Tentang Ranting Kecil
Inilah potret kecil para saksi tiga tahunku dalam memori seragam putih abu-abu.
Terima kasih!
Terima kasih untuk semua langkah kita yang tidak tegap namun lumayan tegas. Terima kasih sudah menuntun dan mengenalkanku pada jalan panjang yang berliku, yang tajam, bahkan yang dalam. Terima kasih sudah menjadi lentera yang cukup terang untuk kita melangkah menyusuri ujung gang. Terima kasih untuk perbincangan kita yang tiada habisnya, untuk jajanan yang mengenyangkan, untuk banyak perjalanan di atas motor yang juga tidak sedikit kita sudah menabung asap dan polusi, untuk senyuman, untuk kehangatan matahari, untuk sedikit tangisan, untuk pujian, dan untuk doa-doa yang telah lama mengudara.
Terima kasih, kita sudah sampai di ujung gang.
Terima kasih untuk segala hal yang banyak sekali, sampai-sampai aku tidak mampu menuliskan semuanya dalam tulisan ini. Orang-orang baik, terima kasih telah bertahan dan saling menjaga. Aku titip doa agar kita ketemu lagi di surga, agar kita bisa duduk-duduk barengan lagi tanpa punya takut atau sedih. Aku titip doa supaya ... walaupun kita menuju dunia yang lebih luas daripada gedung SMA, kita tetap bisa ketemu dan cerita sampai tua, supaya kita bisa lihat seberapa kuat kita berdiri di dunia yang ramai ini, supaya kita bisa saling melihat siapa yang bakal lebih duluan punya uban, atau keriput, atau anak, atau cerita gemas lainnya, aku ingin lihat kita yang seperti itu. Tentunya bila dunia masih ada dan kita juga belum pergi dari sini. Tentunya bila dunia masih kuat menampung kita, dan bila kita masih kuat berjuang dengan usia.
Terima kasih, kita sudah sampai di ujung gang, dan jarak kita mungkin akan renggang.
Kira-kira, akan kemana ya, kita? Akan kemana anak-anak bau matahari ini, yang setiap pagi buru-buru mengejar waktu pukul tujuh—untuk sampai di bangku kelas dengan selamat. Yang mengantongi mimpi-mimpi tinggi di saku baju tau celana. Akan kemana ya, kita?
Kita akan menuju gang lain yang lebih keren. Ya, pasti begitu.
Selamat menempuh, selamat belajar hal-hal baru, selamat berjalan pelan-pelan. Nanti kita akan segera sampai, semoga. Semoga kalian selalu dilindungi dan bisa melindungi. Semoga semesta selalu berlaku baik-baik ke kalian. Kalian tempatku berteduh dari dunia yang ramai, jadi, tolong tetap tinggal ya. Kalau pergi jangan jauh-jauh, karena kita perlu waktu untuk bertemu ‘kan?
Tetap sehat dan kuat.
Sayang sekali, orang-orang hebat <3


Komentar
Posting Komentar