SINEMA KECIL : AKU DAN AKU

Masih tentang meditasi kehidupan. Umur 18 tahun. Aku telah menemukan begitu banyak pengalaman hidup. Aku telah mampu mengerti diriku sendiri, lebih baik daripada aku yang sebelumnya, yang justru pandai memahami orang lain. Tapi kupikir kali ini aku betul-betul sudah siap menuju jalan kehidupan yang baru, yang lebih hebat, yang lebih luas. Dan tentu, meditasi kehidupanku masih akan terus mencumbui semesta yang penuh kejutan. Ah, aku belum dewasa, tidak, belum. Aku tahu betul itu. aku tahu betul pikiranku sekarang ini belum cukup umur untuk berlagak “sok tau” tentang hidup. Ya, lagi pula aku masih remaja umur 18 tahun. Angkanya sudah banyak, aku juga sudah cukup tahu banyak, tapi perjuanganku dalam hidup belum banyak.

Pengalaman audio-visualku selama ini berlangsung absurd, berantakan, abstrak. Salah satunya, pengalaman yang membawaku berakhir pada pintu sinema! Pintu dimana aku menjadi manusia yang sedikit perfeksionis. Pintu dimana aku lagi-lagi merasakan “I LOVE IT” dan hatiku meluap-luap! Ehm, jadi, inilah sedikit ringkasan perjalanan dunia perfilman(ku)...

1. BLOOD TRAITOR (2018)
Ekspresif. Kata ini, menjelaskan keseluruhan kejadian di dalam kabaret kami, Blood Traitor. Tahun 2018, kelas 10 SMA, acara Pensi, dan kelasku memutuskan untuk menampilkan kesenian kabaret (kalian bisa searching di Google untuk tahu lebih detail). Sebenarnya, ini ideku, hmm, aku tidak tahu kenapa aku bisa menjadi penanggung jawab dan bahkan menjadi salah satu pemeran utama. Tapi aku suka itu! Dari kecil aku memang suka akting, iya, tapi cuma di depan cermin...diam-diam pula! :D Dan kesempatan kala itu, di acara Pentas Seni yang besar, panggung yang besar, orang yang banyak! Aku ini orangnya pemalu, gampang nervous, tapi karena aku diberi tanggung jawab sebesar itu...sayang juga kalau aku tolak? Ya, kan?
Jadi, hari besar itu benar-benar datang. Dan kami benar-benar tampil all out! Dan alhamdulillah dapat sambutan dan jeritan (?) yang meriah hahaha. So, di tahap ini kerja kerasku dalam dunia peran dan sinema mulai muncul ke permukaan.

2. KEONG EMAS (2018)

pemain sekaligus jadi "panitia filmnya" yang difotoin dua orang
dibalik layar HAHAHA (left to right : intan, saya, nadia, depa...
pada jamannya)
Berlanjut pada tugas Bahasa Inggris yang mengharuskan kami membuat short movie and of course in English! WOW sekali tugasnya hahaha. Di sini aku juga berperan jadi salah satu tokoh utama dan penulis naskah dan cameraman juga! Hmm...di sini aku sadar bahwa aku memang suka menjadi orang yang menyibukkan diri sendiri lol.

3. NAGA BONAR (2019)
tim kreatif! ;)
before the show
Another project for Pensi Day!! Naga Bonar kami tampilkan waktu kelas 11, sebuah drama untuk acara Pensi, kami mengadaptasi dari sebuah film jadul Indonesia. Di sini aku lepas dari sosok tokoh utama, dan beralih ke bagian backstage. Alias jadi sutradaranya dan penulis naskah! Dalam Naga Bonar ini juga, aku mulai belajar untuk menyiapkan hal-hal yang detail untuk persiapan pertunjukan. Karena dalam seni, pritilan-pritilan apapun ternyata penting, lho!

4. REBOOT (2019)

Mulai membaik. Mulai berani. Mulai terjun ke yang lebih serius. Sekiranya itu yang mungkin bisa menjelaskan lahirnya film ini. IT’S A REAL MOVIE GUYS! I’VE BEEN SO CRAZY AND CAN’T STOP SMILING WHILE I MAKE IT! HAHAHAHA. Film ini lahir karena tugas Sastra Inggris, tapi jadi serius dan betul-betul jadi film yang full. It’s great! Dan film ini terinspirasi dari sebuah short movie di YT, judulnya “Olak”, sebuah film karya Mas Haz Lazuardi dan teman-teman. Di tahap ini aku mulai menerima banyak kritik yang membangun dan aku jadi lebih semangat!

5. ABAI (2019)
aktor utama kami!
behind the scene!!

beberapa jam sebelum dipanggil juri :') (abaikan karpet)
Belum lelah. Masih terus berkarya. Aku akhirnya masuk ke sebuah tim film di sekolah. Yang isinya orang-orang hebat semua! Tim kami namanya MCU (kapan-kapan aku cerita lebih detail), film perdana kami ya “Abai” ini. Lahir karena kami mengikuti lomba FLS2N Tingkat Kabupaten, alhamdulillah dapat juara harapan 3! Di sini aku ikut bagian menjadi sutradaranya, walaupun kalau kupikir-pikir, semua orang dalam tim waktu itu adalah sutradara <3 so I don’t care if I was a director or just be the member, I’m having my enjoy!
MCU sampai sekarang masih sering berkomunikasi. Beberapa waktu lalu kami bahkan merencanakan 2 project sinema, tapi gagal dan tertunda karena masa karantina ini. But it’s OK, kami mungkin akan membuat lebih banyak film hebat nantinya. Semoga masih sempat dan kami semua masih semangat berkarya dengan film. Aamiin.

Jadi hmm, itulah. Perjalananku dan sinema yang menyenangkan. Jawaban kenapa aku suka dunia film? Simple, film menyihirku, aku masuk dan berekspresi dalam film dimana aku menyukai itu. Nah, observasi pencarian tentu masih berlanjut. Tapi, sekali lagi, setidaknya aku telah tahu menahu apa yang memang betul-betul aku sukai selama ini. Aku bisa mengatakan kalau : aku adalah menulis, aku adalah buku, aku adalah membaca, aku adalah menggambar, aku adalah berperan, aku adalah berkarya, dan aku adalah sinema. Hari ini, aku menyadari kalau aku memang telah terjebak dalam hobi yang candu. Dan hari ini aku juga bersyukur, karena aku bisa menjadi yang sebenar-benarnya aku. Semoga untuk seterusnya.

Lalu untukmu, siapapun yang membaca tulisan berantakan ini, aku harap kamu juga telah menemukan dirimu sendiri. Jikalau belum, mungkin kamu bisa mencoba untuk melakukan meditasi kehidupan juga? Mencoba bertanya sebanyak mungkin pertanyaan untuk dirimu, bahkan sampai pusing atau malah pingsan? Hehehe becanda. Aku tahu hidupmu dan hidupku berbeda. Caramu menyikapi dan caraku menyikapi jelas berbeda. Semua orang mempunyai pintu dan dunianya masing-masing.

Mba Rara Sekar pernah menulis, “Pada akhirnya, hanya kita sendiri yang benar-benar mengerti, apa, siapa, bagaimana, dan mengapa di balik hal-hal yang kita miliki.”

Jadi, mari mulai mencari sosok utuh diri kita sendiri. Aku juga masih mencari, karena aku belum seutuhnya utuh.

Sekali lagi ya, Selamat Hari Film Nasional! Selamat merayakan hari teruntuk sineas-sineas di seluruh penjuru Indonesia (tentunya #dirumahaja)! Oh, untuk para sineas muda, semangat untuk kita!! Semoga dunia perfilman Indonesia semakin baik dan baik dan baik. Aamiin.

Salam dariku,
hehehehehe

Faza Salsabila.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

waktu kita masih seumur anak bulan purnama

Seperempat Gigi Palsu = Seperempat Nenek-nenek

Barbie: Barbie is everything, Ken just Ken