Suatu Hari
Suatu hari, aku sedang sedih. Waktu itu aku betul-betul sedang super sedih. Aku berjalan di lorong sekolah dengan muka dilipat, pulang, tidak sendirian. Aku jalan bersama teman-temanku, tapi rasanya sepi. Aku sedikit-sedikit tetap tersenyum menanggapi guyonan mereka. Tapi sungguh, sebenarnya aku sedang sakit hati. Dan itu sakit sekali. Sepi sekali rasanya, dan sedikit perih.
Dramatisnya, di atas motor—sambil mengendarai, aku sampai menangis. Sesakit itu, dan aku belum mau mengakui kalau aku sedang patah hati waktu itu. Sampai rumah aku langsung telungkup di kamar. Aku menangis di atas bantal, masih pakai seragam.
Aku sungguh tidak mampu mendefinisikan tangisan dan sedihku saat itu. Rasanya sakit dan aku tidak tau perihal apa itu. Aku menangis lama sekali, bahkan di kamar mandi. Aku menyadari kalau aku sungguh berlebihan, tapi ini baru pertama kali, dan aku juga paham aku ini manusia yang cengeng. Tapi cenderung kusembunyikan, sendiri. Bahkan saat itu tidak ada satu pun orang yang tau kalau aku sedang sedih.
Komentar
Posting Komentar