If you afraid to start writing, this is for you...
Menulis. Tak sekedar
menyusun kata menjadi kalimat. Tak sekedar mencatat abjad-abjad diatas kertas.
Menulis bagiku ialah
menuangkan rasa dan kisah menjadi ribuan aksara. Menjadikan yang tak ada
menjadi ada. Menjadikan yang ada menjadi nyata.
Maka aku suka menulis.
Sebab menulis membuatku ada.
***
Aku ingin berkisah
denganmu. Jadi, aku curi waktumu sebentar ya?
Ini perihal aku yang
sejak kecil sudah dikenalkan dengan berbagai kisah, cerita, dongeng, atau
apapun mengenai sastra.
Dahulu, setiap pulang
dari TK, aku selalu pulang ke rumah nenek. Dari seluruh kegiatan yang kami
lakukan, aku sangat senang bila sudah dipeluk olehnya, dibisikkan ribuan dongeng.
Aku bagai bisa melayang kemana saja. Aku bagai bisa bertemu dengan si cerdik
kancil, dengan si lamban kura-kura, atau si ganas serigala. Sederhana sekali
bukan? Cukup memasang telinga lebar-lebar. Waktu itu kukira aku tersihir oleh
suara nenek yang lembut. Kukira nenek punya mantra ajaib seperti Nirmala. Ah,
tapi sayangnya tidak.
Tahun-tahun berganti.
Aku jadi semakin tinggi. Semakin kebanyakan mimpi.
Salah satu mimpiku
adalah,
“Aku mau wajahku ada di
buku, Ibu!” waktu itu aku berumur 8 tahun. Sedang gemar-gemarnya mengoleksi
buku KKPK. Dan waktu itu aku iri dengan anak-anak yang sudah punya buku sendiri
di umur mereka yang belia. Jadi kupikir, aku juga bisa!
Jadilah aku mulai rajin
menulis cerita di dalam buku binder. Satu dua selesai sampai akhir cerita, yang
lainnya kadang tidak sampai tamat. Yah, sampai aku 17 tahun pun tetap begitu.
Lalu aku mengumpulkan
cerpen-cerpen manis ala anak kecil dalam komputer, dari situ aku belajar
mengetik dengan benar. Sampai aku berani mengirim ke sebuah penerbit besar!
Dengan modal tekad!
Namanya awal
perjuangan, pasti ada kegagalan. Hari itu aku gagal. Cerita-ceritaku ditolak.
Sedih? Pasti. Bahkan
aku sampai berhenti menulis sampai kelas lima Sekolah Dasar.
Tapi dengan menepis
hal-hal yang membuat kita down, yakin kalau kegagalan adalah kunci menuju
kesuksesan, kamu akan menemukan buah dari perjuangan!
Percayalah.
Kamu adalah kamu.
Tulisanmu adalah kamu. Jangan takut kamu tidak bisa berhasil.
Yang penting, menulis
dulu. Tetap menulis. Tulis apa yang kamu suka. Masalah itu akan menjadi buku
atau menjadi konsumsi banyak pembaca dan banyak komentar, pikir nanti!
Yang penting menulis
dulu.
KEEP WRITING!
Salam
Literasi!
Fz.


Komentar
Posting Komentar